Sejarah Terbentuknya Iluminati
![]() |
| Logo Iluminati |
merujuk pada Illuminati Bavaria, sebuah kelompok rahasia pada Zaman Pencerahan yang didirikan pada tanggal 1 Mei tahun 1776.
Sejarah Iluminati
![]() |
| Adam Weishaupt Pendiri Organisasi iluminati |
Pada awalnya Weishaupt yang merencanakan bahwa kelompok ini dinamakan "Perfectibilists". Kelompok ini juga disebut dengan Illuminati Bavaria dan ideologi yang disebut "Illuminisme. Banyak anggota dari intelektualis dan politisi progresif terkenal yaitu Ferdinand dari Brunswick dan diplomat Xavier von Zwack, organisasi ini banyak memiliki cabang di negara Eropa, dilaporkan bahwa ada sebanyak 2.000 anggota dalam kurun waktu 10 tahun. Organisasi ini menarik bagi sastrawan seperti Johann Wolfgang von Goethe dan Johann Gottfried Herder. sekaligus para duke yang berkuasa di Gotha dan Weimar.
Pada tahun 1777 Karl Theodor menjadi penguasa Bavaria. Dia adalah orang yang mendukung Depotisme Tercerahkan dan melarang segala jenis kelompok rahasia seperti Illuminati. yang dipengaruhi oleh Dekrit Sekular yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dekrit yang terjadi pada tanggal 2 Maret 1785 "nampaknya menjadi pukulan yang mematikan bag Illuminati yang berada di Bavaria". Weishaupt membawa kabur dokumen dan korespodensi internal Illuminati, tetapi kemudian diambil pada tahun 1786 dan 1787, lalu dipublikasikan pada tahun 1787. Rumah Von Zwack digeledah untuk mencari dokumen yang lain mengenai kelompok tersebut.
BUDAYA POPULER
NOVEL
Illuminati sering digambarkan dalam novel-novel terkenal, seperti Illuminatus! Trilogy oleh Robert Shea dan Robert Anton Wilson; juga Foucault's Pendulum karya Umberto Eco; serta Angels and Demons buatan Dan Brown. Para penulis ini tidak menggunakan sumber-sumber serius yang memberikan informasi historis mengenai Illuminati, dan lebih berdasarkan pada teori konspirasi yang membicarakan mengenai Illuminati, sehingga Illuminati digambarkan sebagai kelompok jahat atau konspirator yang misterius dan kejam atau mereka digambarkan sebagai orang-orang tercerahkan yang berusaha melindungi dunia dari kejahatan. Informasi spekulatif ini seringkali dianggap benar. Pada kenyataannya, baik Galileo Galilei (1564-1642) ataupun Bernini (1598-1680) bukanlah anggota Illuminati, seperti diceritakan dalam novel Dan Brown, dan ceritanya mengenai tradisi seratus tahun druid Kelt, pembunuh gelap, dan Templar, yang berusaha menemukan "umbilicus telluris" (dari bahasa Latin, berarti "pusat the world"), seluruhnya fiktif.
PERSENGKONGKOLAN
Antara tahun 1797 dan 1798 Memoirs Illustrating the History of Jacobinism karya Augustin Barruel dan Proofs of a Conspiracy karya John Robison memengemukakan teori bahwa Illuminati terus bertahan dan melaksanakan persekongkolan internasional yang masih berlangsung. Mereka mengklaim bahwa Illuminati merupakan dalang di balik Revolusi Prancis. Kedua buku itu sangat populer, terus dicetak ulang dan dikutip oleh banyak buku lainnya (misalnya oleh Proofs of the Real Existence, and Dangerous Tendency, Of Illuminism karya Pendeta Seth Payson, diterbitkan pada tahun 1802). beberapa tanggapan terhadap karya tersebut bersifat kritis, contohnya On the Influence Attributed to Philosophers, Free-Masons, and to the Illuminati on the Revolution of France karya Jean-Joseph Mounier.
Karya-karya Barruel dan Robison juga memberikan pengaruh di Amerika Serikat. Di New England, pendeta Jedidiah Morse dan beberapa lainnya berkhotbah menentang Illuminati. Khotbah mereka dicetak dan berita tentang itu masuk ke surat kabar. Pada dekade awal tahun 1800-an, masalah tersebut mulai tak lagi mendapat banyak perhatian, meskipun mengalami kebangkitan selama Gerakan Anti-Mason pada tahun 1820-an dan 1830-an.
google-site-verification: googlea1419b8106c48a79.html



Post a Comment